Orang tua adalah pihak dengan perubahan peran yang paling besar.

Apa benar orang tua adalah pihak yang mengalami perubahan paling besar?. Yuk kita simak ulasannya...

Jika artikel sebelumnya pembahasan tentang pengalaman para guru. Kali ini Kami ingin berbagi cerita tentang dan pengalaman orang tua selama mendamping anak belajar dari rumah. Polling Center telah melakukan survey secara kualitatif dengan metode wawancara mendalam (In-Depth Interview) secara online terhadap 16 orang di kalangan Sekolah Dasar daerah Jabodetabek, yaitu 5 orang tua, 6 guru walikelas, dan 5 siswa. Untuk mendapatkan keberagaman, responden diambil dari tipe sekolah yang beragam (negeri dan swasta; sekolah umum dan berbasis agama), level kelas yang berbeda (kelas 1-6), orang tua bekerja dan tidak bekerja, orang tua yang memiliki satu anak bersekolah dan orang tua yang memiliki lebih dari satu anak yang bersekolah.

Pada masa dimana anak belajar di sekolah, peran orang tua sebatas menemani anak belajar atau mengerjakan tugas di rumah. Bahkan beberapa orang tua jarang atau sama sekali tidak melakukan peran tersebut karena anak sudah tidak lagi membawa tugas ke rumah atau adanya ketidakmauan untuk membebani anak dengan belajar atau mengerjakan tugas lagi di rumah karena menganggap waktunya sudah terlalu banyak belajar di sekolah. Namun sejak adanya pandemi dan belajar dipindahkan ke rumah, maka peran orang tua sebagai guru bagi anak menjadi jauh lebih besar. Setiap hari, orang tua harus memonitor grup WA orang tua & wali kelas yang berperan menjadi sumber informasi utama tentang tugas sekolah dan hasil/nilai nya, dan juga menjadi media pengumpulan tugas. Tugas orang tua tidak sampai disini. Berikutnya mereka harus mendelegasikan tugas tersebut kepada anak. Mendelegasikan berarti bahwa orang tua harus menyampaikan, mendampingi selama anak mengerjakan dan memastikan tugas tersebut terkumpul di waktu yang ditentukan (sebagai catatan, ada loh sekolah yang sangat strict dengan waktu pengumpulan tugas sekolah dengan men set sistem aplikasi untuk tidak menerima tugas sekolah yang dikumpulkan diluar batas waktu ditentukan). Kebayang kan kalau orang tua memiliki beberapa anak bersekolah, khususnya di tingkat SD. Artinya mereka harus join di beberapa grup WA, mereka harus mendelegasikan tugas sekolah ke beberapa anak, dan mereka harus mengatur penggunaan device. Juga, seakan-akan tidak cukup dengan hanya mengerjakan tugas dari sekolahnya, beberapa anak juga mendapatkan tugas dari tempat les atau tempat mengajinya.

Situasi menjadi lebih complicated bagi orang tua yang bekerja, baik sebagai pekerja (yang juga menjalankan WFH atau masih menjalankan WFO), maupun sebagai wiraswasta. Pekerjaan orang tua tidak menjadi lebih mudah pada saat mereka memiliki anak yang perfeksionis atau berkebutuhan khusus. Ada beberapa orang tua yang secara konsisten berusaha strict dengan anak untuk mendapatkan hasil terbaik, namun juga ada titik dimana orang tua memutuskan untuk mengurangi tingkat stress dengan lebih fleksibel terhadap anak dan sedikit ignorance terhadap tugas dan peraturan sekolah. Pengabaian terhadap tugas sekolah kadang juga disebabkan karena sistem reward dan punishment yang jelas dari pihak guru atau sekolah. Hal menarik lainnya adalah, orang tua tidak hanya dipusingkan dengan tugas sekolah/tempat les/tempat mengaji anak, namun juga selera ngemil dan makan anak yang cenderung meningkat selama di rumah. Orang tua harus siap siaga dengan kebutuhan ini, baik memasak sendiri ataupun akhirnya membeli/jajan. Selain beberapa tantangan diatas, beberapa tantangan lainnya yang dihadapi adalah tidak memiliki device dan koneksi internet yang mendukung kegiatan belajar online dengan baik (khususnya dengan banyaknya tugas yang harus didokumentasikan), tambahan pengeluaran berupa biaya internet, dan komunikasi yang tidak selalu mulus dengan guru (kurang responsif). Hal utama yang dikeluhkan orang tua - khususnya yang bersekolah di sekolah swasta -  adalah tidak adanya penyesuaian biaya pendidikan, padahal mereka merasa bahwa orang tua sudah “mengambil alih” peran guru.          

Kunjungi Sosial media Polling Center:

IG : @pollingcenter

FB : @pollingpolling