Contact Us
EnglishIndonesia

Buku Diganti Internet?

Saya suka membaca buku – sangat suka membaca buku. Melalui buku saya belajar banyak hal dan melanglang ke banyak tempat di dunia. Bila anda bertanya pada saya hadiah ulang tahun apa yang selalu akan saya terima dengan tangan terbuka, saya akan mengatakan BUKU dan tak ada yang lain.

Salah satu agenda bulanan rekreasi keluarga kami adalah pergi ke toko buku bersama anak-anak. Dengan cara ini saya bisa mengajarkan mereka untuk mencintai buku, senang membaca seperti saya. Dan sepertinya upaya saya tersebut berhasil karena anak-anak selalu menanti-nanti rekreasi bulanan kami ke toko buku, dan akhir-akhir ini anak bungsu saya tidak mau tidur tanpa terlebih dahulu dibacakan buku cerita.


Minggu lalu anak sulung saya datang pada saya dengan sebuah ide; ia ingin memiliki sebuah Taman Bacaan dimana teman-temannya bisa membaca koleksi buku yang ia miliki dengan gratis. Ia bahkan membuat beberapa flyer yang mengiklankan taman bacaannya yang akan ia edarkan ke teman-temannya.
Saya sangat gembira dan mencoba membantu semampu saya untuk membuat idenya menjadi kenyataan. Kami mengumpulkan semua buku-buku yang ia milki; mencatat dan memberi nomor. Buku-buku tersebut kami taruh di beberapa kotak kardus. Saya bahkan membantunya untuk menambahkan beberapa gambar ke flyer yang dibuat anak saya agar kelihatan lebih menarik. Pagi berikutnya, naik sepeda, anak saya menyebarkan flyer yang telah ia buat ke rumah-rumah temannya di komplek perumahan kami. Dan sorenya, Taman Bacaan miliknya untuk pertama kalinya dibuka. Saya amat bangga pada anak saya, ia baru berusia delapan tahun namun telah memilki ide yang brilian seperti itu. Tujuannya amat sederhana; ia ingin berbagi buku cerita dengan teman-temannya.

Sungguh amat ironis dengan kenyataan yang kami dapat dari Focus Group Discussion yang diadakan oleh Polling Center Terhadap Anak Remaja awal tahun 2009; sebagian besar dari responden (remaja pria dan remaja putri berumur antara 19 – 25 tahun) mengaku bahwa mereka tidak suka membaca, bahkan untuk sekedar membaca majalah atau koran, alih-alih mereka lebih memilih main internet untuk chatting dengan teman-temannya. Akankah di masa depan buku akan punah, diganti dengan internet? Satu hal yang patut kita renungkan (eky)

Lihat opini lainnya »