Perilaku Berbelanja dan Perilaku di Mal
Kebiasaan Ke Mall
Cara yang lebih asik untuk menghabiskan waktu luang adalah jalan-jalan ke mall. Masyarakat urban masa kini adalah pecinta mall. Mall bukan hanya tempat untuk berbelanja, tapi juga sebagai ajang tempat bertemu dengan orang-orang dari kelas yang sama, untuk berada di tengah keramaian, tujuan jalan-jalan keluarga, tempat berbelanja dan tempat untuk makan. Untuk remaja, mall berarti nongkrong bareng bersama teman untuk ngeceng, istilah populer untuk melihat-lihat lawan jenis.
Banyak remaja mengaku bahwa lebih banyaknya kesempatan untuk dapat bertemu dengan remaja lainnya membuat mereka lebih peduli pada penampilannya. Tidak ketinggalan dengan tren terbaru adalah merupakan hal yang penting. Hal ini berlaku untuk remaja pria maupun remaja wanita.
Bagi remaja keberadaan wahana game juga merupakan bagian yang penting dari kehidupan mall. Juga keberadaan rumah makan dan kafe dimana orang bisa bertemu dan ngobrol. Yang terpenting adalah, mall memiliki 21 Cineplex yang memutar film-film layar lebar box office teranyar. Remaja mulai berkencan rata-rata pada usia 16 tahun dan bioskop merupakan tempat favorit untuk berkencan.
Kebiasaan Berbelanja
Supermarket telah menjadi sangat populer dan dikunjungi oleh tiga perempat dari keseluruhan jumlah rumah tangga kaum urban. Kepopuleran supermarket disebut disebabkan karena harga yang tidak mahal, kenyamanan, kemudahan, kerapihan dan kebersihan. Juga, dikarenakan penjualan diskon dan pemberian bonus yang kerap ditawarkan oleh pihak supermarket. Penggunaan ‘hypermarket’ juga bertumbuh, walaupun yang berbelanja di sana masih mereka yang berasal dari kelas sosial tertinggi.
Apakah uang memberikan kebahagiaan? Kelompok kelas dengan ekspenditur rumah tangga tertinggi menyatakan diri mereka bahagia, sementara kelompok dengan penghasilan lebih sedikit menyatakan diri mereka tidak bahagia.
Walaupun pesona supermarket dan hypermarket terus meningkat, mereka belum sepenuhnya bisa menggantikan pasar-pasar tradisional yang masih menjadi tempat pilihan kaum urban untuk berbelanja daging dan buah-buahan serta sayuran segar. Kesempatan untuk bisa tawar menawar juga merupakan faktor yang memotivasi orang untuk berbelanja di pasar tradisional – para ibu rumah tangga Indonesia sangat suka menawar!



