Contact Us
EnglishIndonesia

Mie Instan Menggemukkan?

“Dewi, internet yuk.”
“Nggak ah, lagi diet nih.”

Apa hubungannya internet dengan diet ya? Hehehe, ternyata internet di sini maksudnya adalah sarapan mie instan dengan telur dan kornet. Banyak wanita yang sengaja meninggalkan sarapan, alias tidak makan pagi, dengan alasan diet – seperti teman saya Dewi di atas. Padahal boleh dibilang hal ini salah besar; sarapan adalah penting karena justru pada pagi hari tubuh kita membutuhkan banyak energi dan kalori untuk memulai aktifitas hari itu. Bila kita tidak sarapan, maka tubuh kita akan lemas alias kurang tenaga dan saat makan siang tiba, kita akan cenderung makan dengan porsi dua kali lebih banyak dibanding bila kita sudah sarapan lebih dahulu di pagi harinya.(eky)

Menurut saya, sih, yang paling aman adalah kita menyempatkan diri sarapan di pagi hari, tidak usah berat-berat, cukup segelas susu non fat plus cereal. Dijamin perut tidak akan keroncongan sampai tiba waktu makan siang. Ngemil diantara jam 10 an pun tidak diharamkan, asal tidak berlebih.

Tapi teman saya yang lain, sebut saja namanya Anie, punya resep diet manjur (menurut dia). Ibu cantik yang satu ini paling suka sarapan dengan mie instan; baik itu mie rebus, mie goreng maupun mie gelas. Pokoknya tiada pagi tanpa mie instan Tapi ia tidak mau gemuk. Untuk mensiasati agar bentuk tubuh tetap langsing bukan langsung (hehehe), ia menghindari makan malam. Makan malam adalah haram baginya, terutama yang berjenis karbohidrat. Bila perutnya terasa keroncongan di malam hari sepulang dari kantor, ia hanya berani minum juice buah campur madu ataupun sayur-sayuran.

Sebaliknya, teman saya Susan sama sekali tidak mau makan mie, apalagi mie instan. Baginya mie instan mudah membuat berat badan kita naik dengan cepat, secepat mobil sedan yang berlari di atas jalan tol. Tidak seperti Anie, ia sama sekali tidak berpantang makan malam, asal di bawah jam 18.00. Makan pun ia tetap tiga kali sehari, tentu saja dengan porsi tidak berlebihan.

Tapi ngomong-ngomong tentang mie instan, apa benar mie instan mudah membuat berat tubuh kita naik? Tetangga saya juga penggila mie instan, tapi kok tubuhnya tetap langsing ya? Mau tahun perilaku konsumen terhadap mie instan? Di bawah ini data yang saya dapat dari Polling Center, sebuah perusahaan sosial dan market research terkemuka di Indonesia;

Kebanyakan konsumen urban mengaku paling menyukai cita rasa goreng ayam (29.24%), diikuti rasa ayam bawang (16.28%) dan rasa soto (16.28%). Dari total responden, ditemukan 53.79% diantaranya frekuensi mengkonsumsi mie instan adalah sebanyak 2-3 kali seminggu. Mayoritas responden (85.75%) rata-rata mengkonsumsi satu bungkus mie instan setiap kali mengkonusmsi, sisanya 14.26% mampu menghabiskan lebih dari satu bungkus untuk setiap kali mengkonsumsi mie instan. Hampir sepertiga konsumen mie instan, menikmati mie instan sebagai sarapan pagi. Kebanyakan responden makan mie instan pada saat santai di rumah (53.79%) dan saat menonton TV yakni 38.10%.

Dari data tersebut di atas, kira-kira termasuk yang manakah anda?

Lihat opini lainnya »