Contact Us
EnglishIndonesia

Yang Muda, Yang Bebas? Belum Tentu..


Mengintip kebiasaan serta gaya hidup anak muda ternyata asyik juga. Beberapa mengingatkan saya akan masa muda dulu, beberapa lainnya memberikan pengetahuan baru. Terutama cara mereka membangun hubungan dengan teman dan pacar mereka. Satu hal yang muncul di kepala saya adalah bagaimana cara mereka menyampaikan rasa suka mereka kepada sang pacar. Waktu saya masih belia (belum terlalu lama juga sih, hmm…) adalah hampir tabu bagi seorang gadis untuk menyatakan aku cinta padamu terlebih dulu.

Saat itu menyatakan perasaan seperti itu masih hak prerogative seorang pria. Namun berdasarkan survey yang diadakan oleh Polling Center baru-baru ini terhadap anak-anak muda berumur 19 sampai 22 tahun, normanya telah berubah. Menyatakan aku cinta padamu bukan lagi prerogative pria semata, gadispun boleh dan tidak menjadi masalah. Dan mereka lebih suka mengatakan aku sayang kamu daripada aku cinta kamu (menurut mereka kata cinta terlalu gombal. Sayang lebih mengena). Manis ya?

Sebenarnya, awalnya saya merasa agak pesimis terhadap hasil survey tersebut. Pikiran saya anak muda sekarang telah berubah secara radikal dalam hal norma. Persepsi saya mengenai mereka agak membuat perasaan tertekan, bahkan curiga (mungkin karena saya kebanyakan nonton sinetron di TV). Apa yang terlintas di pikiran saya adalah HIV Aids, pengalaman seks yang terlalu dini, dugem, dan obat-obatan. Namun apa yang saya temukan ternyata jauh berbeda. Norma-norma yang mereka anut ternyata tidak berbeda jauh dari yang dianut pada saat saya belia dulu. Contohnya, sementara kita melihat anak-anak muda berciuman di film-film Indonesia hampir tiap hari, kenyataannya mereka tidak menganggap berciuman adalah hal yang lumrah. Bahkan beberapa responden mengaku bahwa mereka tidak melakukannya pada kencan pertama, biasanya nanti setelah mereka merasa lebih nyaman satu sama lain. Umumnya sebulan setelah mereka berpacaran. Dan untuk kencan, mereka merasa lebih nyaman hanya dengan berjalan bergandengan tangan dan pergi ke tempat-tempat dimana mereka bisa makan malam berduaan. Agak kuno juga ya?

Dan bagaimana persepsi mereka mengenai seks? Sementara kegiatan seks telah dilakukan pada usia belia oleh masyarakat di negera-negara maju – atau bahkan di film-film Indonesia, melegakan juga mendengar bahwa hampir semua responden yang kami interview ternyata lebih memilih untuk menunggu, setidaknya hingga mereka menikah. Mereka suka dugem, tapi dugem bukanlah kegiatan yang mereka utamakan. Mereka merasa jamannya sudah lewat dan dugem adalah untuk ABG. Jadi, bagi anda yang sudah melewati usia 22 tahun tapi masih senang keluar masuk klub, hati-hatilah, apakah anda berpikir anda masih ABG atau memang anda tidak punya kerjaan? (senyum) – eky